Bhakti Wastukancana
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana
<p>Jurnal Bhakti Wastukancana is a community service journal published by Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana. This journal contains various scientific articles resulting from community service activities carried out by lecturers, researchers, and practitioners from various scientific fields, especially those related to technology, engineering, education, and community empowerment. The main purpose of this journal is as a publication medium to disseminate the results of community service activities that have a direct impact on improving the welfare and quality of life of the community.</p>en-US[email protected] (Amri Abdulah)Fri, 16 Jan 2026 09:41:18 +0000OJS 3.1.2.1http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Pelatihan Farm & Farming Berbasis Teknologi Serta Hibah Mesin Penggiling Kotoran Ternak
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/558
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Kelompok Tani Kampung Baru, Desa Wanasari, RT 11/RW 04, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Masyarakat di wilayah ini sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak yang sedang berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi mereka. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya produktivitas pertanian dan peternakan akibat keterbatasan pemanfaatan teknologi tepat guna, tingginya harga pupuk dan pakan ternak, serta kurangnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi dan kewirausahaan. Selain itu, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penggunaan alat dan mesin pertanian masih belum diterapkan secara optimal.</p> <p>Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat, khususnya petani dan peternak, dalam penerapan teknologi tepat guna, pemahaman prinsip K3, serta pengembangan jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal. Bentuk kegiatan meliputi pelatihan dan edukasi teknologi tepat guna, sosialisasi K3, serta pemberian hibah mesin penggiling kotoran ternak yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah menjadi pupuk organik.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna, meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya penerapan K3, serta tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan petani dan peternak. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana Purwakarta dengan masyarakat dan kelompok tani di Desa Wanasari dalam rangka peningkatan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi berbasis teknologi.</p>amri abdulah, Rohman, Irwan Suriaman, Choirul Anwar, Dede Ardi Rajab, Apang Djafar Shieddieque, Yadi Heryadi, Tb.U.Adi Subekhi, Nefly Yusuf
Copyright (c) 2025 Bhakti Wastukancana
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/workflow/index/558/5
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/558Tue, 09 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengembangan Instrumen Dan Asesmen Kemampuan Baca Kitab Kuning Santri Penerima Beasiswa Baznas Purwakarta Tahun 2024/2025
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/560
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan instrumen baku dalam proses seleksi dan evaluasi santri penerima beasiswa BAZNAS. Kebutuhan akan instrumen yang terstandarisasi muncul untuk menjamin objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penentuan penerima manfaat beasiswa. Proses seleksi dirancang secara bertingkat melalui tiga level soal—dasar, menengah, dan tinggi—yang memungkinkan penilaian kemampuan santri secara menyeluruh. Selain itu, kegiatan ini juga menerapkan evaluasi berkelanjutan terhadap santri penerima manfaat untuk memastikan efektivitas dan optimalisasi penggunaan beasiswa. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan ganda, meliputi ujian tertulis dan ujian lisan. Secara khusus, ujian lisan difokuskan pada penilaian kemampuan Qira’ah (membaca), Tarjamah (menerjemahkan), Syarh (penjelasan kontekstual), serta analisis Nahwu dan Sharaf (tata bahasa Arab). Melalui penerapan instrumen baku dan mekanisme evaluasi ini, kegiatan pengabdian diharapkan dapat meningkatkan kualitas seleksi, keadilan distribusi, serta efektivitas pendampingan penerima beasiswa BAZNAS, sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan santri. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan standar dan pemerataan mutu pendidikan pesantren, SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui sistem seleksi beasiswa yang adil dan transparan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi dalam memperkuat tata kelola pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.</p>Jaenudin, Amri Abdulah, Dede Ardi Rajab
Copyright (c) 2025 Bhakti Wastukancana
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/workflow/index/560/5
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/560Tue, 09 Dec 2025 00:00:00 +0000Uji Coba Produksi Nori Dan Produk Turunannya Berbahan Baku Pakcoy Memanfaatkan Teknologi Tepat Guna Di Desa Rajamandala Kulon
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/561
<p>Di wilayah utara Kabupaten Bandung Barat, terutama saat musim panen raya, pakcoy sering diproduksi dalam jumlah yang sangat melimpah. Sayangnya, tingginya jumlah produksi tersebut tidak diimbangi dengan penyerapan pasar yang memadai, sehingga banyak pakcoy yang tidak terjual, menurun kualitasnya, hingga akhirnya membusuk dan menumpuk sebagai sampah organik. Permasalahan inilah yang mendorong lahirnya inovasi untuk mengolah pakcoy menjadi produk bernilai tambah berupa nori. Nori merupakan makanan berbentuk lembaran tipis yang kaya gizi dan memiliki cita rasa gurih, sehingga banyak digunakan sebagai bahan pelengkap dalam berbagai hidangan seperti sushi, sup, kimbab, maupun dijadikan camilan sehat. Di Indonesia sendiri, nori sudah dikenal luas dan tersedia dalam berbagai merek di supermarket, namun sebagian besar produk tersebut masih berbahan baku rumput laut dan diperoleh melalui impor. Melalui program ini, diharapkan muncul solusi kreatif berupa pengolahan pakcoy menjadi nori alternatif yang tidak hanya bergizi tinggi, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi lokal secara maksimal. Teknologi Tepat Guna (TTG) akan diterapkan dalam proses produksi untuk menghasilkan nori yang berkualitas, higienis, dan memiliki daya saing. Dengan demikian, inovasi ini dapat membuka peluang bagi Desa Rajamandala Kulon untuk menjadi pionir dalam memproduksi nori berbahan dasar sayuran lokal, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap nori impor dari Jepang, Korea, maupun Tiongkok. Pelaksanaan program ini dimulai dengan memanfaatkan mesin serta peralatan yang telah tersedia di Posyantekdes Ikhlas Ramaku sesuai kebutuhan produksi. Selanjutnya dilakukan observasi berkelanjutan untuk menilai progres, memastikan ketersediaan bahan utama (pakcoy) dan bahan penunjang lain yang dapat diperoleh di sekitar lokasi. Tahap optimalisasi kemudian dilakukan dengan mengembangkan produk turunan nori, seperti sushi, sup, kimbab, serta camilan praktis berbasis nori, sehingga nilai ekonominya semakin tinggi. Dengan strategi ini, Desa Rajamandala Kulon berpotensi tidak hanya menjadi desa yang berdaya secara ekonomi, tetapi juga menjadi contoh penerapan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal yang mampu menjawab tantangan pasar modern</p>dedy setyo oetomo, Hadi Sofyan
Copyright (c) 2025 Bhakti Wastukancana
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/workflow/index/561/5
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/561Tue, 09 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis Penggunaan Nutrisi Memanfaatkan Drip Irrigation Terhadap Pertumbuhan Pohon Dan Proses Pembuahan Anggur Berbasis IoT
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/596
<table width="649"> <tbody> <tr> <td width="475"> <p>Tanaman anggur memiliki prospek ekonomi tinggi, namun produktivitas di Jawa Barat masih rendah akibat praktik budidaya konvensional yang belum efisien. Pemberian air dan nutrisi yang tidak terukur berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan sistem drip irrigation berbasis Internet of Things untuk mengoptimalkan distribusi air dan nutrisi pada tanaman anggur di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Metode pelaksanaan meliputi perancangan sistem IoT dengan sensor kelembaban tanah, EC nutrisi, pH, dan suhu-RH udara yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32. Sistem dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3×3 dengan tiga level dosis nutrisi (EC 1,2; 1,8; dan 2,4 mS/cm) dan tiga strategi irigasi (ambang kelembaban 20%, 25%, dan 30%), masing-masing diulang tiga kali dengan total 27 petak percobaan. Parameter yang diamati meliputi kondisi lingkungan, pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun), parameter reproduksi (fruit set, bobot buah, total padatan terlarut), serta efisiensi penggunaan air dan nutrisi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem drip irrigation berbasis IoT mampu mendistribusikan air dan nutrisi secara otomatis, terukur, dan tepat sasaran. Kombinasi perlakuan EC sedang (1,8 mS/cm) dengan ambang kelembaban sedang (25%) memberikan hasil terbaik dengan peningkatan produktivitas 20-35% dibandingkan metode konvensional. Sistem berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30%, mengurangi biaya tenaga kerja hingga 30%, serta menghasilkan buah dengan kualitas lebih baik yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai Brix. Program ini juga meningkatkan kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern, membentuk kelompok tani yang saling mendukung, dan membuka peluang pengembangan smart farming berkelanjutan di wilayah pedesaan. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi IoT dalam budidaya tanaman anggur dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan kesejahteraan petani.</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p> </p>Yayan Heru Haerudin, Pandena Kiki Basuki Putri, Priyo Wibowo, Rikzan Bachrul Ulum, Rizky Fajar Ramdhani, Wanwan Jamaludin
Copyright (c) 2025 Bhakti Wastukancana
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/workflow/index/596/5
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/596Tue, 09 Dec 2025 00:00:00 +0000Penerapan Solar Cell Untuk Penerangan Sebagai Inisiasi Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Parung Banteng Kecamatan Sukasari Purwakarta
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/649
<p>Desa Parung Banteng adalah salah satu daerah di Kabupaten Purwakarta secara geografis terletak di daerah perbukitan. Desa ini memerlukan perhatian khusus dalam peningkatan sarana dan prasarana, terutama adalah untuk penerangan jalan umum (PJU) dan ruang publik, dikarenakan minimnya penerangan jalan umum karena masih ada sebagian wilayah yang belum dilalui oleh jaringan listrik. Ketidaktersediaan jaringan listrik ini memberikan ekses negatif dimana menimbulkan keterbatasan pada aktivitas dan pertumbuhan perekonomian masyarakat. Harapan lainnya lampu PJU juga akan memberikan kenyamanan dan keselamatan warga, menghidupkan kegiatan ekonomi dan menghindari timbulnya kriminalitas jalanan sesudah hari gelap. Program pengabdian masyarakat melalui Program Teknologi yang Didesimasikan ke Masyarakat (PTDM) dilakukan untuk menjadi inisiasi program pemberdayaan masyarakat selanjutnya dilakukan melalui proses survey kebutuhan masyarakat, survey lapangan dan pasar, diskusi dengan mitra, pelaksanaan, evaluasi serta diskusi keberlanjutan program. Dari asil kegiatan pengabdian telah berhasil diperoleh model lampu penerangan jalan umum yang sesuai dengan kebutuhan warga, sudah diperoleh desain tiang lampu yang sesuai dengan identitas desa, sudah terpasang sebanyak 10 titik lampu yang tersebar di sepanjang jalan yang belum ada penerangan dan sudah diperoleh data untuk pengajuan dan program pengabdian selanjutnya. Tim pengabdian telah berkomitmen dan akan terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat.</p>Imas Widowati, Ali Akbar
Copyright (c) 2025 Bhakti Wastukancana
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/workflow/index/649/4
https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/BhaktiWastukancana/article/view/649Thu, 22 Jan 2026 12:16:08 +0000