Analisis Koefisien Perpindahan Kalor di Bagian Hot-Leg Berdasarkan Perubahan Daya Pemanas Pada Untai Fassip-06S

Main Article Content

Ahmad Saputra Utomo
Roy Waluyo
Dwi Yuliaji
Rangga Aditya Faturahman
Muhammad Ahsan Fauzan
Hyundianto Arif Gunawan
Shendy Akbar Maryadi
Sunandi Kharisma
Mulya Juarsa

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia bersifat krusial, namun masih
didominasi oleh penggunaan energi fosil. Mengingat keterbatasan cadangan fosil dan
urgensi transisi energi berkelanjutan, optimalisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) serta
pengembangan sistem pendinginan pasif—khususnya sirkulasi alami pada reaktor
nuklir—menjadi semakin penting. Penelitian ini dilakukan menggunakan fasilitas
FASSIP-06S (Fasilitas Simulasi Sistem Pasif) di BRIN, yang memanfaatkan gaya apung
akibat perbedaan densitas fluida (air) yang dipicu oleh gradien temperatur untuk
menggerakkan aliran sirkulasi alami. Fokus utama penelitian adalah menganalisis
pengaruh variasi daya pemanas (P = 750 W, 890 W, dan 1100 W) terhadap bilangan-
bilangan tak berdimensi kunci—Reynolds (Re), Prandtl (Pr), dan Nusselt (Nu)—serta
koefisien perpindahan kalor konvektif (h). Hasil pada kondisi steady state menunjukkan
bahwa peningkatan daya pemanas secara konsisten meningkatkan laju aliran dan
intensitas perpindahan panas: Re meningkat dari 3410 (750 W) menjadi 4660 (1100 W),
mengindikasikan transisi ke aliran yang lebih turbulen; Pr menurun dari 2,8 menjadi 2,4
akibat penurunan viskositas dinamis pada suhu lebih tinggi; sementara Nu naik dari 21,3
menjadi 25,5 dan koefisien perpindahan kalor h meningkat dari 491 W/m²·°C menjadi
598 W/m²·°C, mencerminkan peningkatan signifikan dalam efektivitas konveksi. Secara
keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa peningkatan daya termal memperkuat kinerja
hidrodinamika dan termal sistem sirkulasi alami, memberikan dasar eksperimental yang
relevan bagi pengembangan sistem keselamatan pasif pada reaktor nuklir generasi
mendatang.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Analisis Koefisien Perpindahan Kalor di Bagian Hot-Leg Berdasarkan Perubahan Daya Pemanas Pada Untai Fassip-06S. (2026). Niskala Wastukancana, 1(1), 135-145. https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/niskala/article/view/629

References

[1] Partahi H. Lumbangaol, “Energi Terbarukan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia,”

Jurnal Fakultas Teknik Volume II, vol. 2, no. 2, pp. 2-3, 2017.

[2] Batan.id, “Batan,” [Online]. Available:

https://www.batan.go.id/index.php/id/infonuklir/pltn-infonuklir/generasi-pltn/924-

pengenalan-pembangkit-listrik-tenaga-nuklir.

[3] Andang Widiharto,, “Reaktor Innovative Molten Salt (imsr) dengan sistem dengan sistem

keselamatan pasif menyeluruh,” Teknologi Reaktor Nuklir, pp. 10-20, 2011.

[4] F. Neo, “Analisis Desain Konseptual Sistem Pendingin Pasif Pasca Shutdown Reaktor PCMSR,”

International Journal of Education, Science, Technology and Engineering, pp.

68-83, 2019.

[5] Almadesya Rinaldi, “ESTIMASI LAJU ALIRAN SIRKULASI ALAM BERDASARKAN BEDA

TEMPERATUR PADA UNTAI FASSIP-01,” Sigma Epsilon, pp. 58-69, 2019.

[6] Adrian, H., Roswandi, I., Gunawan, H. A., Sukarno, R., Rio, D., Syaka, B., Juarsa, M.,

“PERHITUNGAN ESTIMASI LAJU ALIRAN SIRKULASI ALAMI PADA UNTAI

BERTEKANAN FASSIP-05.M,” vol. 2, pp. 86-92, 2023.

[7] D. haryanto, “EFISIENSI COOLING TANK SECTION UNTAI FASSIP-03 NT BERDASARKAN

VARIASI DAYA PEMANAS HEATING TANK SECTION PADA

KONDISI TUNAK,” TECHNOPEX-2022 Institut Teknologi Indonesia, pp. 20-29, 2022.

[8] Juarsa, M., Goeritno, A., dkk., “PASSIVE SYSTEM SIMULASITION FACILITY

(FASSIP) LOOP,” Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir, pp. 2355-7524, 2016.

[9] Setiawan, P. H., Pamitran, A. S., Yuliaji, D., Irwansyah, R., & Juarsa, M., Jurnal Polimesin, vol. 5, p.

22, 2025.

[10] Roswandi, I., & Pamitran. A. S., “Experimental investigation of the impact of non- uniform pipe

diameters on natural circulation and dimensionless flow in in a rectangular loop,” vol. 22, no. 5,

pp. 383-389, 2025.

[11] M. F. Karyadi, “Koefisien Perpindahan Kalor,” Koefisien Perpindahan Kalor, pp. 1-12, 2014.