Analisis Rugi Kalor Pada Tanki Pemanas Berdasarkan Variasi Daya Selama Kondisi Tunak Pada Untai Fassip-06s

Main Article Content

Ahsan Iis
Roy Waluyo
Dwi Yuliaji
Rangga Aditya Faturahman
Ahmad Saputra
Hyundianto Arif Gunawan
Shendy Akbar Maryadi
Sunandi Kharisma
Mulya Juarsa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rugi kalor yang terjadi pada tangki pemanas (Water Heating Tank/WHT) dalam sistem pendingin pasif berbasis sirkulasi alami pada untai FASSIP-06s. Eksperimen dilakukan dengan tiga variasi daya pemanas, yaitu 750 W, 890 W, dan 1100 W selama kondisi tunak. Data temperatur diperoleh melalui termokopel yang terhubung dengan modul NI 9214, kemudian diolah untuk menentukan delta T, laju aliran massa, daya kalor yang diserap, serta kalor yang hilang ke lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan daya pemanas berbanding lurus dengan peningkatan beda temperatur dan laju aliran massa. Nilai ?T masing-masing sebesar 5,94°C (750 W), 6,59°C (890 W), dan 7,19°C (1100 W). Laju aliran massa rata-rata meningkat dari 0,032 kg/s menjadi 0,034 kg/s dan 0,037 kg/s pada kenaikan daya tersebut. Kalor yang diserap WHT adalah 601,7 W; 720,2 W; dan 846,6 W, sedangkan kalor yang hilang ke lingkungan mencapai 147,9 W; 169,6 W; dan 235,2 W. Efisiensi penyerapan kalor terhadap fluida menunjukkan bahwa daya 890 W memiliki efisiensi tertinggi yaitu 81%, dibandingkan 80% pada 750 W dan 77% pada 1100 W. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi daya pemanas memengaruhi performa perpindahan kalor dan rugi kalor dalam sistem, serta mengindikasikan daya 890 W sebagai kondisi paling optimal dalam penyerapan kalor pada fluida di WHT.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Analisis Rugi Kalor Pada Tanki Pemanas Berdasarkan Variasi Daya Selama Kondisi Tunak Pada Untai Fassip-06s. (2026). Niskala Wastukancana, 1(1), 216-224. https://jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/niskala/article/view/632

References

[1] Andre Cosirof Koloay, Hans Tumaliang, and Marthinus Pakiding, “Perencanaan Dan Pemenuhan Kebutuhan

EnergiListrik Di Kota Bitung,” J. Tek. Elektro dan Komput., vol. 7, no. 3, pp. 285–294, 2018.

[2] HARSONO, P. D. TIMOTIUS DHARMAWAN (Adv.: Mudrajad Kuncor, Prof. Dr., and P. . Mudrajad Kuncor, Prof.

Dr., “Dimensi Ekonomi Politik Dan Spasial Konsumsi Listrik Seluruh Provinsi Indonesia,” Univ. Gadjah Mada, 2016,

[Online]. Available: https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/136328?utm_source=chatgpt.com

[3] K. Mukaromah and W. Widodo, “Analisis Decoupling Konsumsi Listrik Dan Determinan Emisi Karbon: Studi Kasus

Negara Asean,” Diponegoro J. Econ., vol. 10, no. 3, pp. 119–134, 2021, [Online]. Available:

https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/dje

[4] IEA, “Southeast Asia Energy Outlook 2019 – Analysis,” Iea, no. October, pp. 1–191, 2019, [Online]. Available:

https://www.iea.org/reports/southeast-asia-energy-outlook-2019#

[5] “What is nuclear energy? | Why is nuclear a clean energy? | National Grid Group,” 2022. [Online]. Available:

https://www.nationalgrid.com/stories/energy-explained/what-nuclear-energy-and-why-it-considered-cleanenergy

[6] T. Suhaemi, “Prospek Desain Reaktor Berbahan Bakar Cair Molten Salt Reactor,” Pros. Semin. Nas. Teknoka, vol. 3, no.

2502, p. 64, 2018, doi: 10.22236/teknoka.v3i0.2824.

[7] H. Susiati et al., Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia (Upaya Berkelanjutan Menuju Net Zero Emission), no. May. 2023.

doi: 10.5281/zenodo.7905583.

[8] J. Fautngiljanan, “Energi Nuklir Dalam Net Zero Emission Indonesia: Tinjauan Terhadap Peraturan PerundangUndangan Ketenaganukliran Di Indonesia,” LITRA J. Huk. Lingkungan, Tata Ruang, dan Agrar., vol. 2, no. 2, pp. 147–169,

2023, doi: 10.23920/litra.v2i2.1088.

[9] A. G. Abdullah, N. P. Ardiansyah, and W. Purnama, “Nuklir Jenis Very High Temperatur Reactor,” J. Pendidik. Fis.

Indones., vol. 10, no. 207, pp. 1–10, 2014, doi: 10.15294/jpfi.v10i2.3453.

[10] I. Roswandi, H. A. Gunawan, A. A. Budiman, H. Adrian, Sanda, and M. Juarsa, “Investigasi keandalan heater dan

cooler fasilitas simulasi sistem pasif-05 (FASSIP-05) berdasarkan hasil komisioning tahap pertama,” J. Tek. Mesin

Indones., vol. 18, no. 2, pp. 15–20, 2023, doi: 10.36289/jtmi.v18i2.495.

[11] M. Juarsa, A. R. Antariksawan, M. H. Kusuma, D. Haryanto, and N. Putra, “Estimation of natural circulation flow

based on temperature in the FASSIP-02 large-scale test loop facility,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 105, no. 1, pp.

0–7, 2018, doi: 10.1088/1755-1315/105/1/012091.

[12] M. Kartutu et al., “Simulasi 3D Untai Fasilitas Simulasi Sistem Pasif 01 Mod . 2 Menggunakan Software ANSYSFLUENT,” Pros. Semin. Nas. Energi, Telekomun. dan Otomasi, pp. 104–111, 2021.

[13] F. Neo, “Analisis Desain Konseptual Sistem Pendingin Pasif Pasca Shutdown Reaktor PCMSR,” Int. J. Educ. Sci. Technol.

Eng., vol. 2, pp. 68–83, 2019, doi: 10.36079/lamintang.ijeste-0202.28.

[14] V. Archana, M. Vidya, and Vijayan Pallippattu Krishnan, “Numerical modeling of supercritical CO2 natural

circulation loop,” Nucl. Eng. Des., vol. 293, pp. 330–345, 2015, doi: 10.1016/j.nucengdes.2015.07.030.

[15] A. W. Harto, “Reaktor Innovative Molten Salt (IMSR) Dengan Sistem Keselamatan Pasif Menyeluruh,” Tri Dasa Mega,

vol. 13, no. 1, pp. 10–20, 2011.

[16] N. R. Budiyanto et al., “Thermal Effect on Natural Circulation Flow using Water and Al2O3 Nanofluids Inside

Rectangular Loop in Vertical Position,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 2972, no. 1, 2025, doi: 10.1088/1742-6596/2972/1/012003.

[17] P. H. Setiawan, A. S. Pamitran, D. Yuliaji, R. Irwansyah, and M. Juarsa, “Jurnal Polimesin,” vol. 22, no. 5, 2025.

[18] D. Yuliaji et al., “Thermal-hydraulics performance and stability two-phase flow using Al2O3 nanofluids in an open

natural circulation loop,” Ann. Nucl. Energy, vol. 218, no. February, 2025, doi: 10.1016/j.anucene.2025.111424