Conflict of Interest

KEBIJAKAN KONFLIK KEPENTINGAN

Jurnal TEKNOLOGIKA – STT Wastukancana Purwakarta

1. Pendahuluan

Jurnal TEKNOLOGIKA berkomitmen menjaga integritas, objektivitas, transparansi, dan independensi dalam seluruh proses penerbitan artikel ilmiah. Konflik kepentingan (conflict of interest) dapat muncul ketika kepentingan pribadi, profesional, akademik, institusional, atau finansial berpotensi memengaruhi atau dipersepsikan memengaruhi objektivitas penelitian, penelaahan, dan pengambilan keputusan editorial.

Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa setiap potensi konflik kepentingan diidentifikasi, diungkapkan, dan ditangani secara transparan untuk menjaga kepercayaan pembaca serta kredibilitas publikasi ilmiah.

2. Pengertian Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan adalah keadaan ketika seseorang memiliki kepentingan sekunder yang dapat memengaruhi atau menimbulkan persepsi bahwa objektivitas dan independensinya dalam menjalankan tanggung jawab akademik atau editorial terganggu.

Konflik kepentingan tidak selalu menunjukkan adanya pelanggaran etika. Namun, setiap potensi konflik harus diungkapkan secara jujur dan ditangani secara tepat agar tidak memengaruhi integritas proses publikasi.

3. Jenis Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan dalam Jurnal TEKNOLOGIKA dapat mencakup, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal berikut:

  1. Konflik kepentingan finansial, seperti kepemilikan saham, honorarium, pendanaan penelitian, hibah, konsultasi berbayar, atau hubungan keuangan dengan organisasi yang berkepentingan terhadap hasil penelitian.

  2. Konflik kepentingan profesional dan akademik, seperti hubungan pembimbing dan mahasiswa, kolaborasi penelitian, hubungan kerja, persaingan akademik, atau keterlibatan dalam penelitian yang sedang dinilai.

  3. Konflik kepentingan personal, seperti hubungan keluarga, persahabatan dekat, perselisihan pribadi, atau hubungan lain yang berpotensi memengaruhi penilaian secara objektif.

  4. Konflik kepentingan institusional, seperti kepentingan lembaga, organisasi, atau unit kerja yang dapat memengaruhi interpretasi hasil penelitian maupun keputusan editorial.

  5. Konflik kepentingan lainnya, termasuk hubungan dengan sponsor, pemilik teknologi, pemegang paten, atau pihak lain yang dapat memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian dari publikasi artikel.

4. Tanggung Jawab Penulis

Setiap penulis wajib mengungkapkan konflik kepentingan yang relevan pada saat mengirimkan naskah kepada Jurnal TEKNOLOGIKA.

Penulis harus:

  1. Menyampaikan seluruh potensi konflik kepentingan finansial maupun nonfinansial yang berkaitan dengan penelitian dan publikasi.

  2. Menjelaskan sumber pendanaan penelitian, termasuk peran sponsor atau pemberi dana dalam perancangan penelitian, pengumpulan data, analisis, interpretasi hasil, penulisan naskah, dan keputusan untuk memublikasikan hasil penelitian.

  3. Memastikan bahwa pernyataan konflik kepentingan telah diketahui dan disetujui oleh seluruh penulis.

  4. Memberikan informasi yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

  5. Memperbarui pernyataan apabila ditemukan informasi baru yang relevan setelah naskah dikirimkan atau artikel diterbitkan.

Apabila tidak terdapat konflik kepentingan, penulis wajib menyampaikan pernyataan berikut:

Pernyataan Konflik Kepentingan: “Para penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan yang dapat memengaruhi pelaksanaan penelitian, interpretasi hasil, maupun publikasi artikel ini.”

5. Tanggung Jawab Editor

Editor wajib menjaga independensi dan objektivitas dalam pengambilan keputusan editorial. Editor harus mengungkapkan setiap konflik kepentingan yang berpotensi memengaruhi penilaian terhadap suatu naskah.

Editor tidak diperkenankan menangani naskah apabila:

  1. Menjadi penulis atau ikut berkontribusi dalam naskah yang sedang diproses.

  2. Memiliki hubungan personal, profesional, finansial, atau akademik yang berpotensi mengganggu objektivitas.

  3. Memiliki kepentingan langsung terhadap penerimaan, penolakan, atau hasil publikasi artikel.

Dalam keadaan tersebut, penanganan naskah harus dialihkan kepada editor lain yang independen dan tidak memiliki konflik kepentingan. Setiap keputusan editorial harus didasarkan pada kualitas ilmiah, kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, hasil penelaahan, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.

6. Tanggung Jawab Mitra Bestari

Mitra bestari (reviewer) wajib menilai naskah secara objektif, independen, dan profesional. Mitra bestari harus memberitahukan kepada editor apabila terdapat konflik kepentingan yang dapat memengaruhi proses penelaahan.

Mitra bestari tidak diperkenankan melakukan penelaahan apabila:

  1. Memiliki hubungan kolaborasi atau hubungan kerja yang erat dengan penulis dalam konteks yang relevan.

  2. Memiliki kepentingan finansial atau profesional yang berkaitan langsung dengan hasil penelitian.

  3. Memiliki hubungan personal atau konflik yang dapat memengaruhi objektivitas penilaian.

  4. Tidak mampu memberikan penilaian secara independen dan tidak memihak.

Apabila konflik kepentingan ditemukan, mitra bestari harus mengundurkan diri dari proses penelaahan dan memberitahukan alasannya kepada editor.

7. Penanganan Konflik Kepentingan

Jurnal TEKNOLOGIKA menerapkan prosedur penanganan konflik kepentingan sebagai berikut:

  1. Penulis, editor, dan mitra bestari menyampaikan deklarasi konflik kepentingan sesuai peran masing-masing.

  2. Editor memeriksa informasi yang disampaikan dan menilai apakah konflik tersebut berpotensi memengaruhi proses editorial.

  3. Apabila diperlukan, editor meminta klarifikasi atau informasi tambahan dari pihak terkait.

  4. Jika konflik dapat dikelola, jurnal menetapkan langkah pengendalian yang sesuai, seperti pengalihan penanganan naskah kepada editor lain atau penunjukan mitra bestari independen.

  5. Jika konflik tidak dapat dikelola secara memadai, jurnal dapat menolak penanganan naskah, menghentikan proses editorial, atau mengambil tindakan lain yang sesuai dengan kebijakan jurnal.

  6. Apabila konflik kepentingan baru diketahui setelah artikel diterbitkan, jurnal akan mengevaluasi dampaknya dan menentukan tindakan yang proporsional, termasuk penerbitan koreksi atau pemberitahuan editorial apabila diperlukan.

Setiap tindakan harus didasarkan pada bukti dan pertimbangan yang objektif, dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi yang relevan.

8. Transparansi dan Pengungkapan

Jurnal TEKNOLOGIKA berupaya memastikan bahwa pernyataan konflik kepentingan dan informasi pendanaan yang relevan disampaikan secara transparan dalam artikel yang diterbitkan.

Pengungkapan konflik kepentingan tidak secara otomatis menyebabkan penolakan naskah. Keputusan penerbitan tetap didasarkan pada kualitas ilmiah, orisinalitas, relevansi, validitas metodologi, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.

Jurnal dapat meminta penulis memberikan klarifikasi atau dokumen pendukung apabila diperlukan untuk memastikan keakuratan pernyataan yang disampaikan.

9. Pelanggaran terhadap Kebijakan

Kegagalan mengungkapkan konflik kepentingan yang material atau penyampaian informasi yang tidak benar dapat ditindaklanjuti oleh editor sesuai dengan tingkat keseriusan pelanggaran dan bukti yang tersedia.

Tindakan yang dapat diambil meliputi permintaan klarifikasi, koreksi pernyataan, penolakan naskah, penghentian proses editorial, atau tindakan pascapublikasi sesuai dengan kebijakan koreksi dan penarikan kembali artikel. Penanganan dilakukan secara adil, proporsional, dan berdasarkan prinsip etika publikasi ilmiah.

10. Penutup

Kebijakan Konflik Kepentingan ini berlaku bagi seluruh penulis, editor, mitra bestari, dan pihak lain yang terlibat dalam proses penerbitan Jurnal TEKNOLOGIKA.

Dengan menerapkan kebijakan ini, Jurnal TEKNOLOGIKA berkomitmen menjaga transparansi, independensi, dan integritas publikasi ilmiah serta memastikan bahwa setiap keputusan editorial diambil secara objektif dan bertanggung jawab.

Kebijakan ini dapat ditinjau dan diperbarui sesuai dengan perkembangan standar etika publikasi ilmiah dan praktik penerbitan akademik yang baik.