UJI EKSPERIMENTAL DAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PADA SERPENTINE CHANNEL UNTUK PENDINGIN PANEL SURYA MENGGUNAKAN FLUIDA NANO
DOI:
https://doi.org/10.51132/teknologika.v14i1.381Kata Kunci:
Fluida nano SiO_2, panel surya, serpentine channel, SEM/EDSAbstrak
Potensi energi matahari di Indonesia cukup besar sebagai sumber energi terbarukan yang biasanya disebut panel surya atau teknologi fotovoltaik (PV) sebagai alat yang mampu mengubah radiasi matahari menjadi energi listrik. Ketika panel surya beroperasi, hanya sekitar 15% dari radiasi matahari yang dikonversi menjadi energi listrik, sedangkan sisanya dikonversi menjadi panas. Intensitas radiasi matahari dan suhu udara di sekitarnya berpengaruh pada tegangan dan arus yang dihasilkan oleh sel surya. Kondisi ini memerlukan suatu alat yang dapat mengatur keadaan suhu pada panel surya. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan panas pada panel surya melalui optimasi sifat termal fluida pendingin dengan menambahkan partikel yang telah di uji SEM/EDS berukuran nano ke cairan dasar W/EG, yang umum disebut fluida nano (nanofluids), kemudian pembuatan serpentine channel sebagai alat penukar kalor juga turut dilakukan. Proses uji eksperimental dilakukan dengan variasi laju alir 1 hingga 3 LPM dan suhu masuk dijaga pada 35?C. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju alir fluida pendingin tertinggi merupakan kondisi yang paling optimum. Bilangan Reynolds menunjukan bahwa koefisien perpindahan panas terjadi peningkatan masing-masing sebesar 1011,72 W/m?K, 1321,72 W/m?K, dan 2070,39 W/m?K. Pada bilangan Nusselt cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya bilangan Reynolds nanofluida. Peningkatan Nusselt Number mengindikasikan adanya peningkatan koefisien perpindahan panas, sedangkan Reynolds number menunjukkan aliran laminar dari pendingin. Begitu pula dengan penurunan tekanan, penurunan tekanan meningkat seiring dengan meningkatnya laju aliran.



