MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA

Penulis

  • Dicki STT.Wastukancana
  • Dewanto
  • Yasmina Fajri Fajri

DOI:

https://doi.org/10.51132/teknologika.v14i2.430

Kata Kunci:

Stopwatch Time Study, Standard Time, Manual Screen Printing

Abstrak

Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablonAnalisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebagai acuan perencanaan sebelum menjalankan produksi sehingga waktu produksi dapat sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Analisis ini dilakukan dengan menghitung waktu kerja menggunakan stopwatch pada 6 (enam) elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data pada masing-masing elemen kerja yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan cukup dan layak untuk dianalisis serta uji keseragaman data yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerja memiliki kontrol yang baik saat bekerja. Setelah data setiap elemen kerja diuji kemudian data diolah dengan menentukan performance rating, menghitung allowance dan menetapkan waktu siklus sebagai waktu yang dibutuhkan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, waktu siklus dalam perhitungan didapat waktu normal sebagai waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pekerja dalam kondisi wajar dan didapatkan hasil waktu standar sebagai outputnya.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu standar produksi proses pembuatan sablon manual pada 6 (enam) elemen pekerjaan, mixing 1-3 warna dalam satu kali proses, dengan bingkai sablon ber ukuran 40 x 60 Cm di CV.Dwi putra Ihwa adalah sebesar 181,38 detik atau 3,02 menit untuk menyelesaikan satu siklus sebuah kaos sablon

996 1078

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-01

Cara Mengutip

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA. (2024). Jurnal Teknologika, 14(2), 571-583. https://doi.org/10.51132/teknologika.v14i2.430