PEMBUATAN NANOPARTIKEL PERAK (AgNP) DENGAN ANTIBAKTERI BIOREDUKTOR EKSTRAK AMPAS JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA)
DOI:
https://doi.org/10.51132/teknologika.v14i2.431Abstrak
Nanopartikel perak telah banyak dibuat dengan beberapa metode dan kondisi yang berbeda diantaranya metode reduksi kimia, foto kimia, sonokimia. Sintesis nanopartikel perak (AgNP) pada penelitian ini menggunakan metode reduksi kimia karena metode ini mudah dilakukan, sederhana, ramah lingkungan dan menghasilkan nanopartikel perak (AgNP) yang cukup baik. Pada proses sintesis nanopartikel perak (AgNP) ini digunakan bioreduktor ekstrak ampas kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai bahan pereduksi dan polietilena glikol (PEG) 6000 sebagai stabilisator. Pada prinsipnya nanopartikel perak (AgNP) dengan metode reduksi kimia, ion logam perak direduksi oleh bioreduktor ekstrak ampas kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan dengan penambahan polietilena glikol (PEG) 6000 untuk menstabilkan nanopartikel perak (AgNP). Larutan nanopartikel perak (AgNP) yang terbentuk selanjutnya dianalisa karakteristiknya menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Particle Size Analyser (PSA). Dari hasil analisa spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa nanopartikel perak (AgNP) yang paling stabil adalah yang disintesis menggunakan bioreduktor 3 mL, pH 11 dan perbandingan AgNO3 : PEG-6000 (1 : 1) menghasilkan puncak absorbansi pada panjang gelombang 420 nm. Karakterisasi menggunakan Particle Size Analyser (PSA) menunjukkan ukuran nanopartikel perak (AgNP) terkecil adalah sebesar 40 nm dengan rata-rata ukuran sebesar 352 nm, median sebesar 70 nm, mode sebesar 67 nm dan volume ukuran nanopartikel perak (AgNO) sebesar 73,11 %.



