Studi Komparatif Getaran Pada Sepeda Motor Saat Kondisi Standar Dan Hasil Konversi Ke Motor Listrik

Penulis

  • Yadi Heryadi Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana
  • Adi Harmanda Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana
  • Ghany Heryana Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana
  • Amri Abdulah Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

DOI:

https://doi.org/10.51132/teknologika.v15i2.535

Kata Kunci:

Emisi gas buang; Konversi sepeda motor listrik; Polusi udara; Analisis getaran

Abstrak

Solusi potensial untuk mengurangi emisi gas buang dan polusi udara adalah dengan mengonversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik. Studi ini melakukan konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi sepeda motor listrik dan menganalisis perubahan karakteristik dinamisnya melalui pengukuran pusat gravitasi, distribusi beban suspensi, dan respons getaran dua derajat kebebasan. Metodologi yang digunakan adalah menentukan pusat gravitasi sepeda motor sebelum dan sesudah konversi menggunakan pendekatan momen gaya dan melakukan analisis getaran dengan model dua derajat kebebasan tanpa redaman. Pengujian dilakukan dalam kondisi tanpa beban dan berbeban dengan penumpang 70 kg untuk mengevaluasi pengaruh massa tambahan terhadap kinerja suspensi. Sebelum konversi, pusat gravitasi sepeda motor berada pada x = 526 mm dan y = 147 mm, bergeser ke x = 577 mm dan y = 133 mm setelah konversi. Dengan penumpang, pusat gravitasi berpindah dari x = 754 mm dan y = 704 mm menjadi x = 762 mm dan y = 687 mm setelah konversi. Beban total menurun dari 267 kg (74,8 kg depan dan 192,2 kg belakang) menjadi 239,6 kg (66,9 kg depan dan 172,7 kg belakang). Analisis getaran menunjukkan bahwa frekuensi alami utama sedikit meningkat dari ?? = 19,507 rad/s (?3,10 cps) menjadi ?? = 19,654 rad/s (?3,12 cps), sementara frekuensi sekunder tetap stabil pada ?? = 4,52 rad/s (?0,71 cps). Rasio amplitudo sedikit berubah dari (A/B) = 6,028 m/rad menjadi 6,088 m/rad. Secara keseluruhan, konversi ini tidak menyebabkan getaran tambahan yang signifikan, yang menunjukkan bahwa dinamika struktur tetap stabil. Namun, penyempurnaan penempatan baterai dan kekakuan suspensi direkomendasikan untuk mengoptimalkan stabilitas dan kenyamanan berkendara.

387 223

Referensi

A. Aptana, M. F. Arsyad, and P. H. Prasetyo, “Analisis Perbandingan Sistem Persinyalan Konvensional Dengan CBTC Terhadap Headway Kereta Api,” J. Tek. Transp., vol. 2, no. 1, pp. 68–85, 2023, [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.54324/jtt.v2i1.7

N. P. Decy Arwini, “Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kualitas Udara Di Provinsi Bali,” J. Ilm. Vastuwidya, vol. 2, no. 2, pp. 20–30, 2020, doi: 10.47532/jiv.v2i2.86.

A. Zubaydah, A. Z. Sabilah, D. P. Sari, and F. N. A. Hidayah, “Mengurangi Emisi: Mendorong Transisi Ke Energi Bersih Untuk Mengatasi Polusi Udara,” BIOCHEPHY J. Sci. Educ., vol. 04, no. 1, pp. 11–21, 2024, doi: 10.52562/biochephy.v4i1.1062.

A. M. M. Daniel, “Desain Dan Implementasi Sistem Konversi Motor Bensin Menjadi Motor Listrik Padakendaraan Roda Dua,” pp. 1–79, 2023, [Online]. Available: https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/47771.pdf?sequence=1&isAllowed=y

MUKHAMAD ILHAM ALFIAN, Analisis Pengaruh Perubahan Geometri Suspensi Terhadap Dinamika Getaran Honda Cbr 150R. 2018.

B. K. Tungga, Dasar-dasar getaran mekanis. Andi, 2011.

William T. Thomson, Teori getaran dengan penerapan. Erlangga, 1986.

Bayu Estu Suprayogi, “Perancangan Ulang dan Analisa Sistem Suspensi Mobil Multiguna Pedesaan Dengan Standar Kenyamanan ISO 2631,” Teknik, vol. 4, no. 1, 2015.

Puja Priyamba, ANALISIS KENYAMANAN SERTA REDESAIN PEGAS SUSPENSI MOBIL TOYOTA FORTUNER 4.0 V6 SR (AT 4X4). INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER SURABAYA, 2016. [Online]. Available: https://repository.its.ac.id/76171/1/2112100093-Undergraduate_Thesis.pdf

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30

Cara Mengutip

Studi Komparatif Getaran Pada Sepeda Motor Saat Kondisi Standar Dan Hasil Konversi Ke Motor Listrik . (2025). Jurnal Teknologika, 15(2), 805-816. https://doi.org/10.51132/teknologika.v15i2.535