Kajian Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Berbasis Limbah Bauksit sebagai Substitusi Energi Fosil pada Operasional PT “X” Alumina Refinery, Kalimantan Barat
Kajian Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Berbasis Limbah Bauksit sebagai Substitusi Energi Fosil
DOI:
https://doi.org/10.51132/teknologika.v16i1.672Kata Kunci:
Biomassa, Co-firing, Gasifikasi, Limbah Bauksit, Alumina Refinery, Kalimantan Barat, Energi TerbarukanAbstrak
Peningkatan konsumsi energi pada operasional industri alumina refinery mendorong kebutuhan diversifikasi sumber energi yang lebih berkelanjutan. PT “X” Alumina Refinery (PT.”X”) di Kalimantan Barat mengkonsumsi energi fosil dalam jumlah besar untuk proses Bayer yang meliputi tahap digestion, evaporation, dan calcination. Penelitian ini mengkaji potensi integrasi pembangkit listrik tenaga biomassa berbasis limbah bauksit (red mud dan bauksit oversize) serta biomassa lokal Kalimantan Barat (cangkang sawit, serbuk kayu, dan sekam) sebagai substitusi parsial energi fosil melalui teknologi co-firing dan gasifikasi. Kajian dilakukan dengan pendekatan analisis tekno-ekonomi menggunakan model matematis neraca energi, efisiensi termal, dan analisis biaya siklus hidup. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi energi total dari residu bauksit dan biomassa lokal mencapai 319.009 GJ/tahun dengan kapasitas pembangkitan ekuivalen 10,11 MW dalam radius operasional, dan 485.600 GJ/tahun (42,7 MW ekuivalen) dalam skala provinsi. Implementasi sistem co-firing 30% biomassa pada boiler eksisting dapat menurunkan konsumsi batubara sebesar 89.250 ton/tahun dan menghemat biaya energi bersih sebesar Rp 87,3 miliar per tahun. Kajian lingkungan menunjukkan penurunan emisi CO? sebesar 198.450 ton/tahun (63,8% dari total emisi baseline). Analisis kelayakan ekonomi menghasilkan NPV = Rp 412,8 miliar, IRR = 18,7%, dan payback period 5,3 tahun, membuktikan kelayakan finansial proyek ini serta kontribusinya terhadap target Net Zero Emission 2060 Indonesia



