The ANALISIS FAKTOR PENYEBAB GAGAL PASANG DAN KETAJAMAN ROTOR CUTTER DITINJAU DARI PARAMETER CUTTER DAN PARAMETER SETTING MESIN GRINDING (STUDI KASUS SEBAGAI SOP-GRINDING ROTOR CUTTER)

  • TB. Utami Adi Subekhi TB Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana
Keywords: Rotorcutter, Pelletizer, Grinding, Cuttingedge

Abstract

Rotor cutter adalah salah satu komponen dari sistem mesin pelletizer secara keseluruhan. Proses pelletizer yaitu proses pemotongan untaian polimer menjadi potongan berbentuk chip/pelet dengan ukuran sesuai bentuk sudut dan jumlah gigi dari cutternya. Mesin pelletizer terdiri dari 7 tahap sistem proses dimana proses pemotongan untaian polimer menjadi chip terjadi pada proses ketiga. Selama proses berjalan cutter akan mengalami penumpulan setelah 2-3 bulan beroperasi sehingga cutter perlu diasah ulang dengan mesin grinding. Tidak jarang cutter hasil dari asah ulang mengalami kesulitan dalam pemasangan kembali ke unit mesin atau mengalami umur pakai yang lebih cepat tumpul. Paper ini membahas mengenai persiapan asah ulang dengan beberapa parameter setting pada mesin grinding dan parameter cutter sesuai OEM nya sebagai upaya pencegahan gagal pasang dan ketidaktajaman hasil asah. Parameter setting yang harus dipersiapkan yaitu nilai dial alignment axis y, axis z dan runout dari bearing seat cutter harus £ 10 mikron. Sehingga hasil akhir dari proses asah ulang akan menghasilkan konsentrisitas dan konisitas maksimal £ 20 mikron lebih rendah dari standar OEM £ 30 mikron. Akibat dari  konsentrisitas dan konisitas £ 20 mikron akan menghasilkan RF yang merata disetiap mata potong/cutting edge. Semua nilai parameter di atas akan  membuat cutter lebih mudah dipasang dan tajam serta menghasilkan chip sesuai standar dan tidak miring/berekor.

Published
2021-11-18